F0GAxlSUN0OEmaFkMbnca2nyh81gHBssC6AV9hGe
Bookmark

Sejarah Kehidupan dan Perjuangan Rasulullah – 05 – Menikah Dengan Khadijah Dan Pemugaran Kabah

Sejarah Kehidupan dan Perjuangan Rasulullah – 05 – Menikah Dengan Khadijah Dan Pemugaran Ka'bah - Belajar Islam BIS
▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬▬
Grup WhatsApp BELAJAR ISLAM
Pembina : Ustadz Beni Sarbeni, Lc.
https://bis.belajar-islam.net
▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬▬
Materi : 📚 SEJARAH KEHIDUPAN DAN PERJUANGAN RASULULLAH 📖 Menikah dengan Khadijah, pemugaran Ka'bah
Pemateri : Ustadz Hafidz Abdul Rohman, Lc. Hafidzhahullahu Ta'ala

Menikah dengan Khadijah, Pemugaran Ka'bah

Setelah sekian lama berdagang di negeri Syam, Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali ke Mekkah membawa keuntungan yang berlimpah.

Melihat hal tersebut semakin kagumlah Khadijah dengan kepribadian Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam, apalagi setelah Maisaroh menceritakan tentang keluhuran budi kejujuran dan kecerdasannya yang dia saksikan selama menemaninya dalam perjalanan.

Khadijah seperti mendapatkan sesuatu yang selama ini dicari-carinya karena sebagai wanita kaya raya dan terhormat, sudah banyak tokoh dan pemimpin-pemimpin suku yang berusaha melamarnya, namun belum ada yang dia terima.

Akhirnya masalah tersebut segera dia sampaikan kepada shahabatnya Nafishah binti Maniya, tanpa menunggu lama Nafisah segera menemui Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam dan memohon agar Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam bersedia menikahi Khadijah.

Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam setuju, segera dia bertahu paman-pamannya, lalu paman-pamannya segera menemui paman Khadijah dan melamarkannya untuk Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Setelah itu terlaksanalah akad pernikahan yang dihadiri oleh Bani Hasyim dan pemimpin suku Mudhar, saat itu Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.

Pada saat Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam berusia 35 tahun, kaum Quraisy sepakat memugar bangunan Ka'bah yang sudah lapuk disana sini karena termakan usia.

Karena kedudukan Ka'bah yang sangat agung dimata masyarakat Quraisy mereka sepakat agar biaya pemugarannya hanya diambil dari harta yang halal saja, mereka menolak biaya yang bersumber dari pelacuran, riba dan hasil mendzalimi orang lain.

Pada awalnya bangunan Ka'bah yang lama diruntuhkan, kemudian setelah itu mereka mulai membagikan pembangun Ka'bah berdasarkan suku masing-masing sehingga setiap mereka telah ditetapkan bagian mana yang akan dibangun.

Ketika pembangunan sampai pada posisi hajar aswad terjadilah pertikaian antara mereka tentang siapa yang berhak meletakan hajar aswad pada posisi semula, semua berkeinginan melakukannya karena kemuliaan hajar aswad bagi mereka.

Pertentangan terus terjadi dan semakin membesar hingga nyaris terjadi pertumpahan darah di Masjidil Haram, namun akhirnya Abu Umayyah bin Mughirah Al Mahzumi menawarkan usulan agar keputusannya diserahkan kepada orang pertama yang masuk Masjid dari pintunya, mereka pun setuju.

Atas kehendak Allah juga lah kalau ternyata yang pertama kali masuk adalah Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam, segera sajalah mereka berseru itu Al Amin kami rela dia yang memutuskannya, dia adalah Muhammad.

Lalu mereka menyampaikan duduk persoalannya pada beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau meminta diambilkan selembar kain lalu hajar aswad diletakkan di tengahnya dan beliau meminta setiap mereka mengangkat kain,

Ketika posisi batu tersebut sudah berdekatan dengan tempatnya, beliau mengambil hajar asawad dan meletakannya di tempat semula, penyelesaian yang sangat tepat dan semua pihak puas menerimanya.

Sejak awal Allah telah menyiapkan kehidupan, Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam agar dapat menanggung misi besar yang akan dihadapinya dalam kehidupan umat manusia.

Karena itu ditengah kerusakan kaumnya yang sangat parah, Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak larut di dalamnya, bahkan beliau menampilkan kepribadian yang sangat menarik hingga diakui semua lapisan masyarakat.

Kerusakan akidah pada masa itu tidak sampai menular kedalam dirinya, bahkan sejak kecil hal yang paling dia tidak sukai adalah penyembahan berhala, beliau enggan menghadiri upacara-upacaranya, bahkan tidak bersedia memakan daging dari hewan yang disembelih atas nama berhala.

Kerusakan moral pada masa itupun tidak membuatnya terpengaruh, hanya saja Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih suka menyendiri mengamati kehidupan manusia dan penciptaan alam yang agung ini.

Kecuali jika dalam hubungan yang wajar dan tidak merusak, maka Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat suka bergaul dengan masyarakat dengan akhlak yang terpuji.

Pernah suatu kali terbetik keinginan menghadiri tontonan masyarakat Arab, namun ketika kakinya sudah melangkah Allah ta'ala menghalangi perbuatan tersebut dengan menjadikannya tertidur hingga keesokan harinya.

Kaum muslimin yang semoga diberkahi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, demikianlah kisah yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat.

Wa akhiru da'wana anilhamdulillahi rabbil 'alamin
Hafidz Abdul Rohamam Abu Ayman

Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Post a Comment

Post a Comment

Aturan berkomentar:
- Afwan, komentar yang mengandung link hidup dan spam akan kami remove.
- Silahkan ikuti blog ini untuk update info terbaru kami, dengan cara klik Follow+
- Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.