F0GAxlSUN0OEmaFkMbnca2nyh81gHBssC6AV9hGe
Bookmark

Audio ke-123: Pembahasan tentang Duduk Istirahat Bag 02

Audio ke-123: Pembahasan tentang Duduk Istirahat Bag 02 - Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi
📖 Whatsapp Grup Islam Sunnah | GiS
☛ Pertemuan ke-156
🌏 https://grupislamsunnah.com/
🗓 RABU, 10 Rabi'ul Akhir 1445 H / 25 Oktobber 2023 M
👤 Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny M.A. حفظه الله تعالى
📚 Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani Rahimahullah

💽 Audio ke-123: Pembahasan tentang Duduk Istirahat Bag 02


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.
الْحَمْدُ لِلهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ.

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus kitab yang ditulis oleh Asy Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta'ala. Kitab tersebut adalah kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

- Duduk Istirahat (lanjutan) -

Duduk istirahat disunahkan ketika dibutuhkan, kenapa?

Karena ternyata hadits-hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak ada yang menyebutkan duduk istirahat ini selain haditsnya Malik Ibnul Khuwairis.

Adapun haditsnya Abu Humaid yang menjelaskan tentang shalat Rasulullah dari awal sampai akhir, begitu pula hadits Wail Ibnu Hujr, haditsnya Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, tidak menyebutkan duduk istirahat ini.

Makanya cara kompromi yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta'ala lebih logis, lebih masuk akal. Mungkin saja Malik Ibnu Khuwairis ini datang ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sudah lanjut usianya, sudah lemah, sehingga Beliau membutuhkan duduk istirahat dan itulah yang disampaikan oleh sahabat Beliau Malik Ibnu Khuwairis radhiyallahu 'anhu. Adapun ketika Beliau masih kuat maka Beliau tidak melakukan duduk istirahat ini.

Ustadz, kalau kita butuh duduk istirahat, kapan takbir intiqalnya?

Wallahu a'lam, di sini tidak ada dalil khusus yang menjelaskan masalah ini. Sehingga selama dia melakukan takbir intiqal di salah satu tempat tersebut, maka dibolehkan karena tidak ada dalil khusus dalam masalah ini.

Kalau dia sudah takbir intiqalnya dari sujud ke duduk, sudah cukup. Atau kalau dia ingin dari duduk ke berdirinya juga tidak ada masalah. Yang penting ada takbir intiqalnya. Kalau misalnya dia ingin memilih pendapatnya Imam Nawawi rahimahullahu Ta'ala pun tidak ada masalah, karena tidak ada dalil khusus yang menjelaskan tentang kapan kita takbir intiqal. Wallahu Ta'ala A'lam.

Ini masalah duduk istirahat. Syaikh Albani rahimahullahu Ta'ala menguatkan pendapatnya Syafi'iyah. Ana lebih condong ke pendapatnya sebagian Hanabilah yang dikuatkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta'ala.

Syaikh Albani mengatakan, "Duduk istirahat itu disunahkan dalam semua keadaan." Berdalil dengan haditsnya Malik Ibnul Khuwairis, haditsnya sahih.

Adapun sebagian Hanabilah dan pendapat yang dipilih oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta'ala berdalil dengan hadits-hadits yang lain yang tidak menyebutkan duduk istirahat sama sekali. Sehingga mereka mengatakan bahwa duduk istirahatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam itu karena adanya keadaan khusus, Beliau membutuhkannya. Sehingga orang-orang yang keadaannya seperti itu, mengambil hukum itu.

Seperti orang yang muda tapi dia sakit. Ketika dia sakit tidak bisa langsung berdiri, kadang-kadang dari sujud langsung berdiri, ini berat. Terutama bagi mereka yang punya penyakit, misalnya darah rendah, untuk langsung berdiri bisa terganggu sehingga dia butuh duduk dulu, tenang, kemudian berdiri pelan-pelan.

Untuk orang-orang yang keadaannya demikian, maka dia disunahkan untuk duduk istirahat sebagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melakukan hal tersebut.

Orang yang tua renta juga demikian. Dia mungkin duduk istirahat, dia butuh untuk duduk istirahat kemudian setelah itu berdiri. Bagi orang yang masih kuat, yang masih muda, maka disunahkannya adalah tidak melakukan duduk istirahat.

Wallahu Ta'ala A'lam.

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Alaa.

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════
Post a Comment

Post a Comment

Aturan berkomentar:
- Afwan, komentar yang mengandung link hidup dan spam akan kami remove.
- Silahkan ikuti blog ini untuk update info terbaru kami, dengan cara klik Follow+
- Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.