Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Audio ke-53: Pembahasan Membaca Al-Fatihah ~ Penjelasan Tentang Membaca Basmallah Dipelankan dalam Shalat Jahriyyah Bag 02- Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi

Audio ke-53: Pembahasan Membaca Al-Fatihah ~ Penjelasan Tentang Membaca Basmallah Dipelankan dalam Shalat Jahriyyah Bag 02- Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi
📖 Whatsapp Grup Islam Sunnah | GiS
☛ Pertemuan ke-73
🌏 https://grupislamsunnah.com/
🗓 RABU 24 Syawal 1443 H 25 Mei 2022 M
👤 Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, M.A. حفظه الله تعالى
📚 Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani Rahimahullah

💽 Audio ke-53: Pembahasan Membaca Al-Fatihah ~ Penjelasan Tentang Membaca Basmallah Dipelankan dalam Shalat Jahriyyah Bag 02


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلهِ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ .

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syekh Al-Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya seakan-akan Anda Melihatnya).

(Ada yang bertanya) Ustadz, apa dalil pendapat yang mengatakan bahwa basmalah itu dianjurkan untuk dikeraskan? Atau apa dalil mereka dalam mengeraskan bacaan Bismillah-nya?

Dalil mereka di antaranya adalah hadits Abu Hurairah, bahwa suatu ketika sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu pernah shalat mengimami para sahabat. Ketika itu sahabat Abu Hurairah mengeraskan bacaan basmalah-nya. Dan setelah shalat sahabat Abu Hurairah mengatakan: "Aku telah shalat di depan kalian sebagaimana shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam." Sehingga mereka berkesimpulan bahwa di antara contoh shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengeraskan bacaan basmalah-nya.

Dalil ini sanadnya kuat namun bisa dijawab dengan beberapa jawaban.

Jawaban yang pertama: Sahabat Abu Hurairah tidak tegas mengatakan bahwa bacaan basmalah-nya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam itu keras. Sahabat Abu Hurairah hanya mengatakan, "Saya shalat di depan kalian sebagaimana shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam." Sehingga bisa jadi kerasnya bacaan basmalah sahabat Abu Hurairah keluar dari sifat shalat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bisa jadi demikian, karena sahabat Abu Hurairah tidak dengan tegas mengatakan bahwa dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengeraskan bacaan basmalah-nya. Tapi sahabat Abu Hurairah hanya mengatakan bahwa, "Saya tadi shalat di depan kalian sebagaimana shalatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam."

Jawaban yang kedua: Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu dahulu selalu bersama Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ada kemungkinan besar beliau shalatnya dekat dengan Nabi 'Alaihish-shalaatu wassalam sehingga walaupun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca basmalah dalam keadaan pelan, beliau masih mendengarnya. Berbeda dengan sahabat; mungkin sahabat Anas bin Malik agak jauh sehingga tidak mendengarnya. Ada kemungkinan ini, sehingga sahabat Abu Hurairah mengeraskan bacaan basmalah-nya karena dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca basmalah tersebut walaupun dalam keadaan pelan.

Jawaban yang ketiga: Bahwa apa yang dilakukan oleh sahabat Abu Hurairah bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sahabat Abu Bakar, sahabat ‘Umar, dan sahabat ‘Utsman, dan mereka jauh lebih kuat daripada sahabat Abu Hurairah. Apabila dibandingkan, maka jelas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam saja sudah tidak mungkin dikalahkan, contohnya. Apalagi ditambah dengan sahabat Abu Bakar, ditambah dengan sahabat ‘Umar, ditambah dengan sahabat ‘Utsman bin ‘Afwan.

Kita wajib mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, begitu pula kita wajib mengikuti apa yang dicontohkan oleh para khulafaur rasyidin.

❲ عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِ ❳

"Kalian diwajibkan untuk mengikuti sunnahku, tuntunanku, begitu pula tuntunan para khulafaur rasyidin."

Ini menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa [ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ] sebelum Al-Fatihah dan sebelum surat yang dibaca setelah Al-Fatihah ketika shalat jahriyyah hendaknya dipelankan.

Di antara penjelasan yang mengatakan bahwa pendapat memelankan bacaan basmalah ini adalah pendapat mayoritas ulama, adalah perkataan Imam at-Tirmidzi dalam kitab sunannya (kitab Sunan at-Tirmidzi). Beliau mengatakan:

وَالْعَمَلُ عَلَيْهِ عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

"Mengamalkan pendapat ini -yaitu memelankan bacaan basmalah sebelum Al-Fatihah- itulah yang dipilih oleh sebagian besar ahli ilmu dari para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam (pendapat mayoritas sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam)."

مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ.

"Di antara mereka adalah sahabat Abu Bakar."

وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَغَيْرُهُمْ.

"Begitu pula sahabat ‘Umar, sahabat ‘Utsman, dan sahabat-sahabat yang lainnya."

وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِنَ التَّابِعِينَ.

"Begitu pula para ahli ilmu setelah mereka dari kalangan tabi’in."

وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ.

"Begitu pula hal itu dikatakan oleh Imam Sufyan ats-Tsauri, Imam Ibnu Mubarak, Imam Ahmad, Imam Ishaq."

لَا يَرَوْنَ أَنْ يَجْهَرَ بِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.

"Mereka tidak memandang untuk mengeraskan bacaan [ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ] "

قَالُوا : وَيَقُولُهَا فِي نَفْسِهِ.

"Mereka mengatakan: Dan seseorang membaca basmalah tersebut di dalam dirinya."
-> maksudnya memelankan bacaan Bismillah-nya.

Inilah dalil. Dalil yang menunjukkan bahwa pendapat yang mengatakan memelankan bacaan basmalah sebelum membaca Al-Fatihah itu disunahkan. Itu yang sunah, dan inilah pendapat yang paling kuat dalam masalah ini.

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Alaa.

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════

Post a Comment for "Audio ke-53: Pembahasan Membaca Al-Fatihah ~ Penjelasan Tentang Membaca Basmallah Dipelankan dalam Shalat Jahriyyah Bag 02- Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi"