Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Audio ke-167: Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya ~ Doa Kesebelas (tambahan)

Audio ke-167: Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya ~ Doa Kesebelas (tambahan)
📖 Whatsapp Grup Islam Sunnah | GiS
☛ Pertemuan ke-197
🌏 https://grupislamsunnah.com/
🗓 SELASA, 28 Rabi'ul Akhir 1444 H / 22 November 2022 M
👤 Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, M.A. حفظه الله تعالى
📚 Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani Rahimahullah

💽 Audio ke-167: Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya ~ Doa Kesebelas (tambahan)


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ.

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus kitab yang ditulis oleh Asy Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta'ala. Kitab tersebut adalah kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

Jamaah sekalian rahimani wa rahimakumullah,

Syaikh Albani rahimahullahu Ta'ala mengatakan,

[ الدُّعَاءُ قَبْلَ السَّلَامِ وَأَنْوَاعُهُ ]

"Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya"

Di sana ada doa yang sebenarnya sangat bagus untuk kita baca dan belum disebutkan oleh Syaikh Albani rahimahullahu Ta'ala di dalam kitab ini, yaitu doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kepada sahabat Mu'adz.

Dalam riwayat yang disebutkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam An-Nasa'i dengan sanad yang sahih, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengambil tangannya Muadz, maksudnya menggandeng Mu'adz.

❲ وَقَالَ : يَا مُعَاذُ إِنِّي لَأُحِبُّكَ ❳
"Wahai Mu'adz, Demi Allah aku benar-benar mencintaimu."

❲ ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ ❳

Rasulullah mengatakan, "Sungguh, demi Allah aku benar-benar mencintaimu". Ini agar Mu'adz benar-benar memperhatikan apa yang akan disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam setelah perkataan ini. Dan ini juga menunjukkan bahwa memang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sangat mencintai sahabat Beliau yang mulia ini yaitu Mu'adz Ibn Jabal radhiyallahu Ta'ala 'anhu.

❲ ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ ❳
Kemudian: "Aku berwasiat kepadamu, wahai Muadz"

❲ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ❳
"Jangan sampai engkau meninggalkan doa ini di penghujung shalatmu (di akhir shalatmu)."
Memang ada khilaf ya, ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama, apakah ini sebelum salam ataukah setelah salam. Namun pendapat yang lebih kuat di sini adalah pendapat yang mengatakan bahwa ini letaknya sebelum salam, setelah tasyahud. Dan itu penghujung shalat seseorang.

❲ تَقُولُ : ❳

Jangan sampai engkau tinggalkan untuk membaca:

[ اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ ]

Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni 'ibaadatika
"Ya Allah, bantulah aku ya Allah. Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu berdzikir kepada-Mu dan selalu bersyukur kepada-Mu dan tolonglah aku dalam memperbaiki ibadahku kepada-Mu."
Ini juga doa yang sangat penting untuk kita baca karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sebelum mengajarkan doa ini, mengatakan kata-kata yang menunjukkan bahwa Beliau benar-benar memilih doa ini untuk orang yang Beliau cintai.

❲ وَاللهِ إِنِّي لَأُحِبُّكَ ❳
"Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu, wahai Muadz"
Kemudian Beliau mengatakan,

❲ ثُمَ أُوصِيكَ ❳
"Aku berwasiat kepadamu, wahai Muadz"
Ini menunjukkan bahwa doa ini, doa yang sangat penting.

Kemudian ada kata-kata [ لَا تَدَعَنَّ ] "jangan sampai engkau meninggalkan membaca doa ini di penghujung shalatmu".
Kata-kata "jangan sampai engkau meninggalkan" ini, menunjukkan bahwa doa ini sangat penting untuk kita baca. Kalau itu sangat penting bagi Mu'adz, apalagi bagi kita, sebagai umatnya yang derajatnya jauh dari derajat Mu'adz Ibn Jabal radhiyallahu Ta'ala 'anhu. Maka jangan sampai kita meninggalkan doa ini.

[ اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ ، وَشُكْرِكَ ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ ]
"Ya Allah tolong aku, bantu aku dalam berdzikir kepada-Mu, dalam mensyukuri-Mu dan dalam membaguskan ibadahku kepada-Mu."
Inilah doa-doa yang yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebelum kita salam.

Apakah kita boleh untuk membaca doa selain ini, bahkan doa yang kita susun sendiri dengan bahasa kita?
Jawabannya: boleh. Ya tidak ada masalah kalau kita punya hajat yang sangat mendesak untuk kita baca, untuk kita panjatkan sebelum kita salam, karena itu merupakan waktu yang sangat mustajab. Dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengatakan, "Silahkan memilih doa yang dia kehendaki." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak membatasi. Memang doa yang paling afdal adalah doa yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an, kemudian yang disebutkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam haditsnya. Namun bukan berarti yang lain diharamkan atau dilarang.

Wallahu Ta'ala A'lam.

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Alaa.

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════

Post a Comment for "Audio ke-167: Doa sebelum Salam dan Ragam Bacaannya ~ Doa Kesebelas (tambahan)"