Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Audio ke-74: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada Shalat Malam Bag 06 - Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi

Audio ke-74: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada Shalat Malam Bag 06 - Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi
📖 Whatsapp Grup Islam Sunnah | GiS
☛ Pertemuan ke-94
🌏 https://grupislamsunnah.com/
🗓 KAMIS 23 Dzulqa'dah 1443 H / 23 Juni 2022 M
👤 Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, M.A. حفظه الله تعالى
📚 Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir Sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani Rahimahullah

💽 Audio ke-74: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada Shalat Malam Bag 06


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلهِ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ .

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus yang ditulis oleh Asy Syekh Al-Albani rahimahullah, yakni kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Mulai dari Takbir Sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

Kita masih dalam pembahasan di antara bacaan Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam di shalat malam Beliau.

وَ ❲ كَانَ يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ بـِ { بَنِيْ إٍسْرَائِيْل } وَ { الزُّمَر } ❳

Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasa membaca di setiap malamnya surat Bani Israil. Surat Bani Israil kalau di mushaf itu ditulis Al-Isra'. Surat Al-Isra' itu disebut juga sebagai surat Bani Israil. Dan surat Az-Zumar ini maksudnya adalah membaca di shalat malam Beliau.

وَكَانَ يَقُوْلُ : ❲ مَنْ صَلًّى فِيْ لَيْلَةٍ بِمِائَةِ آيَة لَمْ يُكْتُبْ مِنَ الْغَافِلِيْن ❳

Barang siapa yang shalat di malam hari dengan membaca 100 ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang-orang yang lalai.

وَ ❲ كَانَ ــ أَحْيَانُا ــ يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ قَدْرـ خَمْسِيْنَ آيَة أَوْ أَكْثَرْ ❳

Kadang kala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membaca 50 ayat atau lebih di setiap rakaatnya.

وَتَارَةً ❲ يَقْرَأُ قَدْرَ { يَآ أًيُّهَا الْمُزَمِّلْ } ❳

Kadang-kadang Beliau membaca suratnya seperti surat Al-Muzzammil.

Surat Al-Muzammil hanya satu setengah halaman. Kadang panjang, kadang pendek, sesuai keadaan Beliau. Kadang panjang sekali sebagaimana hadits-hadits yang telah lalu.

وَ ❲ مَا كَانَ ﷺ يُصَلِّى اللَّيْلَ كُلَّهُ إِلَّا نَادِرَا ❳

Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah shalat semalam suntuk/semalam penuh kecuali sangat jarang sekali.

Shalat dari awal malam sampai akhir malam, Rasulullah pernah melakukannya tapi sangat jarang sekali.

فَقَدْ ❲ رَاقَبَ عَبْدُ اللَّهِ ابْنِ خَبَّاب بْنِ الْأَرَت ــ وَ كَانَ قَدْ شَاهِدَ بَدْرًا مَعَ رَسُوْلِ اللَّهِ ﷺ ــ رَسُوْلَ اللَّهِ ﷺ اللًّيْلَةَ كُلَّهَا ( وَفِيْ لَفْظٍ : فِيْ لَيْلَةِ صَلَّاهَا كُلَّهَا ) حَتَّى كَانَ مَعَ الْفَجْرِ ❳

Suatu ketika seorang sahabat yang bernama Abdullah ibn Khabbab ibn Arats, sahabat ini pernah Perang Badar bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini termasuk sahabat yang sangat mulia, yang pernah Perang Badar, yang mengikuti Perang Badar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sahabat-sahabat yang sangat mulia. Beliau pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, melihat Rasulullah shalat semalam penuh sampai bersambung dengan shalat fajarnya.

❲ فَلَمَّا سَلَّمَ مِنْ صَلَا تِهِ ❳

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selesai dari shalatnya,

❲ قَالَ لَهُ خَبَّاب : يَا رَسُوْلُ اللَّهِ! بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّيْ، لَقَدْ صَلَيْتَ اللَّيْلَةَ صَلَاةً مَا رَأَيْتُكَ صَلَيْتَ نَحْوَهَا ? ❳

"Ya Rasulullah, ayah dan ibuku aku relakan sebagai tebusannya untukmu."

Kata-kata ini menunjukkan betapa cintanya seseorang kepada orang yang diajak bicara.

[ بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّيْ ]

Sungguh ayah ibuku, akan aku jadikan sebagai tebusan untukmu. Kalau misalnya engkau harus dibunuh, maka aku tidak rela. Biar ayah ibuku sebagai penggantinya. Ini menunjukkan betapa cintanya sahabat Abdullah ibn Khabbab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ini hanya ungkapan saja ya, bukan berarti memang kenyataannya demikian. Karena tidak boleh mengorbankan ayah ibu untuk orang lain. Ini hanya ungkapan yang menunjukkan betapa cintanya sahabat Abdullah ibn habbab kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sahabat Abdullah ibn Khabbab mengatakan, "Sungguh engkau di malam ini telah melakukan shalat yang tidak pernah aku lihat engkau melakukan shalat sepertinya. Tidak pernah aku lihat engkau melakukan shalat seperti itu."

Maka kata Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,

❲ أَجَلْ، إِنَّهَا صَلَاةَ رَغَبٍ وَ رَهَبٍ، ❳

"Ya benar, benar apa yang engkau lihat (maksudnya aku tidak pernah shalat seperti ini). Sesungguhnya shalat tersebut adalah shalat harap dan cemas."

Shalat harap dan cemas. Beliau mengharapkan sesuatu yang sangat besar dan Beliau juga mencemaskan sesuatu yang sangat besar. Makanya Beliau shalat dengan shalat yang sangat panjang semalam penuh, sampai sambung dengan shalat Subuhnya.

❲ وَ [ إِنِّيْ ] سَأَلْتُ رَبِّيْ عَزَّ وَجَلَّ ثَلَاثَ خِصَال، ❳

"Dan aku dalam shalat tersebut meminta kepada Allah, kepada Rabb-ku 'azza wa Jalla, tiga permintaan."

❲ فَأَعْطَانِيْ اِثْنَتَيْنِ وَمَنَعَنِيْ وَاحِدَة ❳

"Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala memperkenankan permintaanku yang dua, tapi yang satu Allah tidak perkenankan."

❲ سَأَلْتُ رَبِّيْ أَنْ لَا يُهْلِكَنَا بِمَا أَهْلَكَ بِهِ الْأُمَمَ قَبْلِنَا ❳

"Aku meminta kepada Rabb-ku agar Dia tidak membinasakan kita sebagaimana telah membinasakan orang-orang sebelum kita." Dibinasakan semuanya.

Umat-umat yang telah lalu, kalau datang hukuman dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dibinasakan semuanya. Seperti umatnya Nabi Musa. Umatnya Nabi Musa hanya Bani Israil saja yang bersama Nabi Musa yang selamat. Fir'aun dan bala tentaranya semuanya habis. Nabi Nuh, hanya yang bersama beliau di kapal, selain itu mati semuanya, dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kaum 'Aad juga demikian. Dan umat-umat yang lain, banyak yang dibinasakan ya karena keburukan mereka.

❲ فَأَعْطَانِيْهَا ❳

Permintaan ini diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

❲ وَسَأَلْتٌ رَبِّيْ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يُظْهَرْ عَلَيْنَا عَدُوًّا مِنْ غَيْرَنَا ، فَأَعْطَانِيْهَا ، ❳

"Aku juga telah meminta kepada Rabb-ku Azza wa Jalla agar kita tidak dikalahkan oleh musuh dari selain kita."

Kaum muslimin telah didoakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam agar mereka tidak bisa dikalahkan oleh musuh dari selain kita.

Kata Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,

❲ فَأَعْطَانِيْهَا ❳

"Maka Allah pun memperkenankan doaku ini."

Kaum muslimin itu kaum yang kuat. Dengan doanya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka tidak akan dikalahkan oleh selain mereka. Mereka akan terus menang kalau melawan selain mereka. Kaum muslimin ini akan selalu menang. Betapa pun, bagaimanapun keadaan musuhnya, sepanjang sejarah seperti itu. Kaum muslimin kalau lawan dengan selain kaum muslimin, mereka akan selalu menang. Ya ada kekalahan, kekalahan ada, tapi pada akhirnya dimenangkan oleh kaum muslimin.

Di zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam juga demikian. Selama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memimpin kaumnya/memimpin umatnya selalu menang. Ada kekalahan tapi setelah itu menang. Perang Uhud misalnya, di Perang Uhud-nya kalah, tapi setelah itu Beliau menang. Di Perang Hunain juga demikian. Pertama kalah, akhirnya menang.

Dan seperti itu. Kaum muslimin akan terus menjadi pemenang apabila melawan kaum kafirin, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan kita dengan doa ini. Dan Beliau sudah menyampaikan bahwa Allah mengijabahi doa yang ini. Tinggal doa yang ketiga yang tidak diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

❲ وَسَأَلْتُ رَبِّيْ أَنْ لَا يُلْبِسَنَا شِيَعًا فَمَنَعَنِيْهَا ❳

"Dan aku telah meminta kepada Rabb-ku agar tidak memecah belah umatku. Tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memperkenankan hal itu."

Sehingga sampai sekarang umat Islam terus berpecah belah. Umat Islam itu kalahnya dari diri sendiri. Makanya sering dipecah belah oleh musuh. Sehingga saling berperang antara kaum muslimin sendiri. Dengan itulah musuh-musuh menjadi menang.

Pengkhianatan-pengkhianatan sepanjang sejarah sangat banyak. Dan itulah cara mereka mengalahkan kaum muslimin. Ada kaum muslimin yang bodoh, yang jahil. Atau yang menginginkan harta, kalah dengan nafsunya, akhirnya merusak sendiri kaum Muslimin. Dengan itulah kaum muslimin menjadi lemah. Kalau kaum muslimin bisa bersatu dan melawan musuhnya, kaum kafirin, mereka tidak akan kalah. Dan itu sudah jaminan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sudah sampaikan. Kaum muslimin adalah kaum yang kuat dengan keislamannya dan dengan doa Nabinya.

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Alaa.

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════

Post a Comment for "Audio ke-74: Pembahasan Bacaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada Shalat Malam Bag 06 - Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi"