F0GAxlSUN0OEmaFkMbnca2nyh81gHBssC6AV9hGe
Bookmark

Audio ke-05: Materi Tematik ~ Muslimah di Bulan Ramadhan Bag 05

Audio ke-05: Materi Tematik ~ Muslimah di Bulan Ramadhan Bag 05
📖 Whatsapp Grup Islam Sunnah | GiS
☛ Pertemuan ke-523
🌏 https://grupislamsunnah.com
🗓 JUM'AT, 04 Ramadhan 1445 H / 15 Maret 2024 M
👤 Oleh: Ustadz Muhammad Romelan, M.A. حفظه الله تعالى
Audio https://drive.google.com/file/d/1FX214k3tizNWzlhn85b3nHy3ky4JpZeJ/view?usp=sharing

💽 Audio ke-05: Materi Tematik ~ Muslimah di Bulan Ramadhan Bag 05

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحَمْدُ ِللهِ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ .

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Amma ba'du.

Kaum muslimin, terkhusus anggota GiS (Grup Islam Sunnah) yang semoga dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala. InsyaaAllah kita akan bersama-sama mempelajari berbagai hal terkait dengan Ramadhan.

Akhawaty fillah rahimani wa rahimakumullah.

Wanita yang menjalani istihadhah, maka tetap berpuasa dan tetap shalat (di antara hukum fikih pada puasa dan shalat).

Saudari-saudari rahimani wa rahimakumullah.

Untuk wanita yang hamil dan menyusui, maka pilihan baginya, kalau ia mampu, mudah ia tetap berpuasa, dipersilakan. Kalaupun membatalkan, itu uzur. Wanita tersebut mampu, tapi mungkin khawatir dengan kandungan di dalam perut atau khawatir dengan bayi, khawatir nanti kekurangan asi dan yang lain, bagaimana kalau tidak berpuasa? Jawabannya, boleh.

Ya, kita tahu Islam mudah untuk kita semuanya. Oleh karenanya, kita pahami hukumnya sehingga kita tahu batasan mudah tersebut sampai di mana.

Akhawaty fillah rahimani wa rahimakumullah.
Poin selanjutnya bagaimana seorang muslimah menyambut bulan Ramadhan atau ada di bulan Ramadhan:

Hendaknya seorang muslimah mengetahui bahwa bulan Ramadhan adalah bulan puasa, bulan ibadah, bukan bulan makanan atau bulan memasak.

Ini poin penting buat kita semuanya, khususnya akhawat fillah rahimani wa rahimakumullah. Di mana Allah jadikan bulan Ramadhan sebagai bulan puasa, bulan ketaatan, bulan ibadah. Maka jangan sampai momen bulan Ramadhan itu sebagai momen untuk memperbanyak makanan dan minuman, untuk kemudian sibuk dengan makanan dan minuman.

Seorang muslimah tahu kadarnya, dia tahu batasannya, sehingga sejauh mana seharusnya bersama dengan kesibukan makanan dan minuman ataupun masak-memasak, namun tidak sampai melalaikan tujuan utama dari bulan Ramadhan sebagai bulan ibadah dan bulan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Sebagian salaf ketika ditanya,

لِمَ يُشْرَعُ الصِّيَامَ ؟

Kenapa disyariatkan puasa?

Maka jawabannya,

لِيَذُوْقَ الغَنِيُّ طَعْمَ الْجُوْعِ فَلَا يَنْسَى الْفَقِيْرَ

Agar orang-orang kaya merasakan rasanya lapar, sehingga tidak melupakan orang-orang miskin.

Akhawaty fillah rahimani wa rahimakumullahu jami'an.

Ini bulan Ramadhan, bulan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, bukan bulan untuk berbanyak-banyakan makanan dan minuman. Demikian sibuk, waktunya habis untuk urusan masak-memasak. Tapi berikanlah kadarnya secukupnya untuk urusan makan dan minum, untuk masak-memasak. Sisanya adalah kesempatan kita untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jamaah rahimakumullah, itu yang bisa kita kaji. Semoga ilmu yang kita pelajari bermanfaat untuk kita serta bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini. Dan semoga Allah menerima amal ibadah kita serta mengampuni semua dosa kita. Sampai berjumpa kembali.

بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.


══════ ∴ |GiS| ∴ ══════
Post a Comment

Post a Comment

Aturan berkomentar:
- Afwan, komentar yang mengandung link hidup dan spam akan kami remove.
- Silahkan ikuti blog ini untuk update info terbaru kami, dengan cara klik Follow+
- Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.