Audio ke-128 Syariat Nabi Muhammad Adalah Agama Islam dan Allah Tidak Menerima Agama Selain Islam Bagian Kedua

Audio ke-128 Syariat Nabi Muhammad Adalah Agama Islam dan Allah Tidak Menerima Agama Selain Islam Bagian Kedua
🌐 WAG Dirosah Islamiyah Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad
🗓 RABU | 18 Dzulqa’dah 1444 H | 07 Juni 2023 M
🎙 Oleh : Ustadz DR. Abdullah Roy M.A. حفظه الله تعالى
🔈 Audio ke-128

📖 Syariat Nabi Muhammad Adalah Agama Islam dan Allah Tidak Menerima Agama Selain Islam Bagian Kedua


بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله رب العالمين، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسانٍ إلى يوم الدين وسلم تسلما كثيرا. أَمَّا بَعْدُ


Alhamdulillah kembali kita dipertemukan oleh Allah Azza wa Jalla di dalam pembahasan Kitab Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Dan kita masih berada pada pembahasan beriman kepada para rasul Allah.

Kemudian setelahnya beliau mengatakan,

لقوله تعالى:

Yang demikian karena firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ
"Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Al-Islam.” [QS Ali Imran: 19]
Ucapan Allah (firman Allah) الدِّيْنَ kemudian setelahnya الْاِسْلَامُ.

Para ulama menjelaskan, di sini dua-duanya sama-sama ma'rifah ada (ال) semuanya, الدِّيْنَ kemudian الْاِسْلَامُ

Ini kalau isim inna dan juga khobar inna dua-duanya ma'rifah seperti ini menunjukkan bahwasanya di sana ada pembatasan. Biasanya isim inna → ma'rifah dan khobarnya adalah naqiroh. Tapi di sini ternyata datang dalam bentuk dua-duanya ma’rifah. Di antara maknanya adalah pembatasan.

Yaitu membatasi bahwasanya agama yang benar dan diridhoi oleh Allah hanyalah agama Islam, ini maknanya. Baik Islam yang dibawa oleh para nabi dan juga para rasul sebelum nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam maupun Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, maka semuanya adalah Islam yang haq (benar) yang diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Tapi Islam yang dibawa oleh para nabi dan juga para rasul sebelum nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka itu adalah untuk kaumnya. Adapun Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, maka ini adalah untuk seluruh manusia. Kalau di sisi Allah inilah yang benar maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak menerima selain agama Islam.

Firman Allah عِندَ ٱللَّهِ (di sisi Allah), menunjukkan bahwasanya mungkin di sisi manusia yang benar agama dia, orang hindu menganggap bahwasanya agama dia yang benar. Orang budha juga demikian, orang majusi menganggap agama dia yang benar, ini عِندَهُم (di sisi mereka).

Adapun عِندَ ٱللَّهِ (di sisi Allah) maka yang benar hanyalah Islam. Tidak ada selain Islam.

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ
Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah agama Islam

وقوله: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينا
Dan juga firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla: "Hari ini (kata Allah) Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah sempurnakan atas kalian nikmat-Ku dan Aku ridhoi Islam sebagai agama bagi kalian”. [QS Al-Maidah: 3]
Ini adalah ayat yang agung, ayat yang mulia, diturunkan oleh Allah Azza wa Jalla di hari Arafah, di hari jum'at, Allah mengabarkan di dalam ayat ini bahwasanya Allah telah menyempurnakan agama ini. Dan kesempurnaan agama, ini adalah nikmat yang luar biasa bagi pemeluk agama tersebut, karena kalau sempurna berarti semua diatur dengan baik. Masalah aqidah, masalah ibadah, masalah akhlaq, masalah muamalah, masalah adab diatur didalam agama tersebut.

Dan segala sesuatu yang sempurna itu adalah nikmat. Seseorang memiliki rumah yang sempurna, memiliki mobil yang sempurna, memiliki pasangan yang sempurna, memiliki anak yang sempurna, ini adalah kenikmatan tersendiri bagi seseorang.

Termasuk diantaranya adalah memiliki agama yang sempurna. Seluruhnya diatur, seluruh kebaikan yang dibutuhkan oleh manusia disebutkan. Seluruh kejelekan (kemaksiatan) yang memudharati manusia dilarang. Dan yang menyempurnakan di sini adalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla, Dialah yang menyempurnakan.

Kalau Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan kepada kita bahwasanya ini adalah agama yang sempurna dan Dialah yang menyempurnakan, maka menunjukkan tentang agungnya agama Islam ini. Sehingga tidak heran apabila ada sebagian orang-orang yahudi yang datang kepada Umar radhiyallahu 'anhu di zaman Umar. Dan mereka mengatakan,

يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ آيَةٌ فِي كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا نَزَلَتْ مَعْشَرَ الْيَهُودِ لَاتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا

"Wahai amirul mukminin satu ayat di dalam kitab kalian yang kalian baca, seandainya itu turun kepada kami orang-orang yahudi maka akan kami jadikan hari turunnya sebagai hari raya bagi kami.”
Maka Umar bin Khattab mengatakan, أَيُّ آيَةٍ (Ayat mana yang kalian maksud?)

Kemudian mereka membaca firman Allah ini,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ

Menunjukkan bahwasanya orang-orang yahudi mengetahui tentang pentingnya kesempurnaan sebuah agama, sehingga mereka berani mengatakan ucapan seperti itu kepada Amirul Mukminin (Umar bin Khattab). Kemudian Umar mengabarkan kepada mereka, "Sungguh aku mengetahui dimana ayat ini turun, kapan ayat ini turun, diturunkan ayat ini kepada rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di Arafah, di hari jum'at.

Kemudian Allah mengatakan,

وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Dan Aku telah sempurnakan bagi kalian nikmat-Ku ini. Dan Aku ridhoi bagi kalian Islam sebagai agama.” [QS Al Maidah: 3]
Menguatkan ayat yang sebelumnya tadi. Bahwasanya yang diridhoi Allah yang haq yang diterima oleh Allah adalah agama Islam, tidak ada yang lain.

وقوله: وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. [QS Ali-Imran: 85]
Dia mencari di dunia ini selain agama Islam. Dia melihat agama A kemudian melihat apa yang diajarkan di dalamnya. Kemudian melihat yang B dan seterusnya. Mencari selain agama Islam. Bagaimanapun menurut dia baik agama tadi, kalau itu bukan agama Islam, فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ (tidak akan diterima darinya).

Seandainya dia keliling seluruh dunia dan memeluk semua agama selain agama Islam dan berusaha untuk mencari dan berpindah-pindah dari satu agama ke agama yang lain. Kalau itu bukan Islam, maka tidak akan diterima dari orang tersebut. Yang Allah terima hanya Islam saja.

وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا
“Dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS Al-Ma'idah: 3]
وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ
"Dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi." [QS Ali Imran: 85]
Di dunia dihabiskan waktunya, umurnya (usianya) memeluk satu agama, mengeluarkan harta, menghabiskan waktu dan juga tenaganya. Kemudian meninggal dunia, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa di akhirat. Amalan yang dia lakukan ketika dia dalam keadaan masih memeluk agama selain agama Islam tidak akan diterima oleh Allah.

Mungkin di sana ada orang-orang kafir yang bershodaqoh, memberi makan orang miskin, mungkin ada di antara mereka yang membuatkan masjid, mengumrahkan, menghajikan. Apakah itu akan diterima dari mereka? كَلtidak akan diterima sampai mereka masuk ke dalam agama Islam. Allah mengatakan,

وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan di akhirat dia termasuk orang yang merugi.”
Sudah capek di dunia tetapi dia tidak mendapatkan apapun di akhirat. Dan ini sesuai sabda nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
"Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada petunjuknya dari kami maka amalan tersebut tertolak." [HR Muslim nomor 1718]
Karena seluruh apa yang tidak diajarkan oleh nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berarti dia bukan bagian dari agama Islam.

In sya Allah kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang

والله تعالى أعلم
وبالله التوفيق و الهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

•┈┈┈•◈◉◉◈•┈┈┈•

Post a Comment for "Audio ke-128 Syariat Nabi Muhammad Adalah Agama Islam dan Allah Tidak Menerima Agama Selain Islam Bagian Kedua"