Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Audio ke-118 Urutan Kemuliaan Para Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam

Audio ke-118 Urutan Kemuliaan Para Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam
🌐 WAG Dirosah Islamiyah Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad
🗓 RABU | 04 Dzulqa’dah 1444 H | 24 Mei 2023 M
🎙 Oleh : Ustadz DR. Abdullah Roy M.A. حفظه الله تعالى
📕 Rukun Iman Keempat - Beriman Kepada Rasul-Rasul Allāh
🔈 Audio ke-118

📖 Urutan Kemuliaan Para Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله رب العالمين، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صلى الله عليه وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسانٍ إلى يوم الدين وسلم تسلما كثيرا. أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillah kembali kita dipertemukan pada kesempatan kali ini, In sya Allah akan kita lanjutkan tentang rukun iman yang keempat yaitu beriman kepada Rasul Allah.

Beliau mengatakan rahimahullah

وأن أفضلهم محمد ثم إبراهم ثم موسى ثم نوح وعيسى بن مريم

Dan kita itu (Ahli Sunnah) meyakini bahwa yang paling afdhal di antara mereka adalah nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Di dalam sebuah hadits nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan,

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ وَلَا فَخْرَ

Aku adalah pemukanya anak-anak Adam. Artinya seluruh anak manusia pemukanya yang paling afdhal adalah nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Termasuk di dalamnya adalah para nabi dan juga para rasul, mereka بَشَرٌ (manusia), berarti mereka otomatis sebaik-baik rasul adalah nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Sehingga apa? Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah penutup para nabi dan pengikut beliau adalah yang paling banyak. Kitab yang diturunkan kepada beliau adalah kitab yang paling mulia.

Oleh karena itu Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika di Isra'-kan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla beliaulah yang menjadi imam bagi para nabi. Dan tidak menjadi imam kecuali orang yang paling mulia di antara mereka dan di hari kiamat manusia akan mendatangai beliau di Padang Mahsyar setelah sebelumnya nabi Adam, nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa mereka semuanya minta udzur.

Akhirnya manusiapun datang kepada nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Dan ini menunjukkan bahwasanya nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah:

أفضل الأنبياء و رسل

Sebaik-baik nabi dan para rasul adalah nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Dan kita, alhamdulillah

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

Kalian adalah sebaik-baik manusia, sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. Jadi umat beliau adalah khaira ummah (خَيْرَ أُمَّةٍ), Umat nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan sebaik-baik umat dan beliau adalah أفضل الأنبياء و رسل .

Setelahnya adalah nabi Ibrahim 'alaihissalam dan beliau adalah خَلِیْل‌ ٱلله

إِنَّ اللَّهَ قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً

Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai khalil sebagaimana Allah telah menjadikan nabi Ibrahim sebagai khalil.

Allah mengatakan,
وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًۭا
Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil. [QS An-Nisa:125]
Apa yang dimaksud khalil? Khalil adalah orang yang sangat dicintai oleh Allah. Siapakah Khalilullah? ada dua orang:
  1. Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, kemudian
  2. Nabi Ibrahim ‘alayhissalam.
Menunjukkan bahwasanya nabi Ibrahim 'alayhissalam beliau memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah karena beliau mencapai derajat khalil:

وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًۭا
Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil.
Sehingga yang paling afdhal setelah nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah nabi Ibrahim 'alaihissalam.

ثم موسى kemudian setelah itu adalah Musa, kalimullah (orang yang pernah diajak bicara Allāh Subhānahu wa Ta’āla)

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَـٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ
“Ketika Musa datang kepada perjanjian kami dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berbicara kepada beliau.” [QS. Al-A'raf :143]
Ini merupakan kehormatan dan pemulian kepada nabi Musa 'alayhissalam. Nabi Ibrahim adalah khalilullah, nabi Musa adalah kalimullah, dan nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam beliau adalah khalilullah sekaligus kalimullah. Beliau adalah kekasih Allah sekaligus Allah telah berbicara dengan nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

ثم نوح وعيسى بن مريم
Kemudian setelah itu adalah nabi Nuh dan juga nabi Isa 'alayhissalam
Ketika menyebutkan Ibrahim, Musa, beliau mengatakan ثم (kemudian). Tapi ketika menyebutkan Nuh dan Isa Ibnu Maryam beliau mengatakan و,

نوح وعيسى بن مريم

Ini ada maksudnya, di sana ada ulama yang berbeda pendapat. Ada di antara mereka mendahulukan Isa Ibnu Maryam atas Nuh dan ada yang mengatakan Nuh lebih afdhal daripada nabi Isa 'alayhissalam.

Karena nabi Nuh 'alayhissalam kita tahu di dalam Al-Qur'an Allāh Subhānahu wa Ta’āla menceritakan tentang bagaimana dakwah beliau siang dan malam, selama seribu tahun kurang lima puluh tahun, yaitu sembilan ratus lima puluh tahun dan diuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan ujian yang besar, dan ini menunjukkan tentang keutamaan beliau.

Ala kulli hal beliau disini memakai huruf و artinya "dan" karena di sana ada perbedaan pendapat siapa yang lebih afdhal, nabi Nuh atau Isa 'alayhissalam

وهم المخصو صون في قوله تعالى:
Dan mereka adalah nabi-nabi yang dikhususkan di dalam firman Allah,
وإذا أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيَّنَ مِيثَقَهُمْ وَمنْكَ وَمِن نُّحٍ وَإِبْرَهِيمَ وَمُوسَى وَعِسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَقًا غَلِيظًا
“Dan kami telah mengambil dari para nabi perjanjian. Dan kami telah mengambil darimu wahai Muhammad dan dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa ibn Maryam dan kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang sangat berat.”[QS Al-Ahzab: 7]
Ketika Allah menyebutkan di awal, bahwasanya Allah mengambil perjanjian dari para nabi, Allah menyebutkan secara khusus lima orang di antara mereka. Nabi Muhammad, nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan juga Isa. Maka ini adalah sebaik-baik para nabi. Dan merekalah yang dikenal dengan أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ

فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ
“Hendaklah engkau bersabar, sebagaimana bersabarnya ulul azmi di kalangan para rasul.” [QS. Al-Ahqaf :35]
Dan lima orang inilah yang disebutkan dalam hadits syafa'atul udzma, hadits yang berisi tentang syafa’at yang paling besar. Makanya lima nabi ini adalah lima yang paling afdhal.

Di keyakinan ahlus sunnah bahwasanya para nabi yang mereka adalah sebaik-baik manusia tapi di antara mereka sendiri ada perbedaan derajat dan juga tingkatan. Siapa yang membedakan derajat ini? Allāh Subhānahu wa Ta’āla

تِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ
Itu adalah para rasul yang kami telah mengangkat (mengutamakan) sebagian mereka di atas sebagian yang lain.
Menunjukkan bahwasanya para rasul 'alayhimussalam berbeda-beda tingkatannya.

مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَـٰتٍۢ
Di antara mereka ada yang Allah ajak bicara seperti nabi Musa, nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Dan sebagian Allah tinggikan derajatnya.” [QS. Al-Baqarah :253]
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ ٱلنَّبِيِّۦنَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورً
"Dan sungguh Kami telah memuliakan sebagian nabi di atas yang lain dan Kami memberikan kepada Daud kitab zabur.” [QS Al-Isra': 55]

Berarti kita harus meyakini bahwasanya para rasul ini berbeda-beda tingkatannya. Sebagian Allah angkat di atas sebagian yang lain. Dan semuanya adalah sebaik-baik manusia.

Adapun firman Allah Azza wa Jalla:
لانُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ
"Kami tidak membeda-bedakan di antara para rasul.” [QS Al Baqarah: 285]
Maka maksudnya adalah,
ٱلْإِيمَـٰنُ بِبَعْضٍ وَكفر بِبَعْضٍ
Beriman kepada sebagian rasul dan kufur dengan sebagan yang lain.
Ini namanya تفريق membedakan di antara para rasul. Dan ini haram dan dia adalah kekufuran yang nyata. Seorang muslim diperintahkan untuk beriman dengan seluruhnya.

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ

Beriman dengan seluruh rasul,

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. [QS Al-Baqarah :285]
Beriman dengan seluruh para rasul itu orang yang beriman, bukan beriman dengan sebagian rasul dan kufur dengan sebagian yang lain.

Orang yahudi mengaku dirinya beriman dengan nabi Musa, tapi kufur dengan nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Orang nasrani mengaku beriman dengan nabi Isa 'alayhissalam tetapi kufur dengan nabi Muhammad Shallallahu 'Alayhi wa Sallam. Ini yang tidak boleh

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا۟ بَيْنَ ٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا۟ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ حَقًّا
Orang-orang yang kufur kepada Allah dan rasul-Nya, dan dia ingin membedakan antara Allah dengan rasul-Nya kemudian mereka mengatakan, “kami beriman dengan sebagian dan kami kufur dengan sebagian, merekalah orang-orang yang kafir dengan sesungguhnya.” [QS An-Nisa: 150-151]
Inilah hakikat orang-orang yang kafir. Beriman sebagian dan kufur dengan sebagian yang lain. Ini yang dilarang. Adapun meyakini bahwasanya para nabi mereka berbeda-beda tingkatannya maka ini haq. Sesuatu yang benar berdasarkan dalil, bukan sesuatu yang dilarang.

Makanya tidak boleh kita membeda-bedakan di antara para rasul. Orang yang mengaku beriman dengan nabi Musa harus beriman dengan rasulullah. Orang yang mengaku beriman dengan nabi Isa harus beriman dengan rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, tidak boleh mereka membeda-bedakan

Baik In sya Allah itu yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga apa yang kita sampaikan ini bermanfaat

وبا الله توفك والهديه
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

•┈┈┈•◈◉◉◈•┈┈┈•

Post a Comment for "Audio ke-118 Urutan Kemuliaan Para Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam"