F0GAxlSUN0OEmaFkMbnca2nyh81gHBssC6AV9hGe
Bookmark

Audio ke-03: Materi Tematik ~ Pembahasan Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah Bag 03

Audio ke-03: Materi Tematik ~ Pembahasan Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah Bag 03
Whatsapp Grup Islam Sunnah | GiS
☛ Pertemuan ke-98
🌏 https://grupislamsunnah.com/
🗓 RABU 29 Dzulqa'dah 1443 H / 29 Juni 2022 M
👤 Oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. حفظه الله تعالى
📚 Serial Materi Tematik Bulan Dzulhijjah 1443 H


💽 Audio ke-03: Materi Tematik ~ Pembahasan Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah Bag 03


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلهِ

Segala puji bagi Allah.

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ .

Shalawat dan salam semoga tercurahkan untuk utusan Allah, untuk Baginda Nabi kita Muhammad 'Alaihis-shalatu wassalam; untuk keluarga Beliau, untuk para sahabat Beliau, dan orang-orang yang mencintai Beliau. Amma ba’du.

Kaum muslimin, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati oleh Allah Jalla Jalaluh.

Sebentar lagi kita akan memasuki 10 awal Dzulhijjah. Sejatinya berbuat baik itu sepanjang tahun, tapi ada waktu-waktu tersendiri yang sangat spesial. Seperti kemarin, Ramadhan. Bagaimana kita kajian tentang Ramadhan, tentang bagaimana menyambut Ramadhan, amal apa saja yang akan dikerjakan di Ramadhan. Nanti masuk 10 hari terakhir Ramadhan, kita mulai mengoptimalkan waktu kita untuk beribadah.

Ahibbaty fillah.
10 awal Dzulhijjah ini, dengan hadits-hadits yang kita baca, ternyata amalan yang sebenarnya biasa saja, ada yang lebih utama. Kalau dikerjakan di waktu yang mulia, itu bisa mengalahkan amalan yang terbaik. Maka ini kesempatan buat kita di mana semua amalan di awal Dzulhijjah, ingat, semua amalan tanpa terkecuali, itu dilipatgandakan. Dikatakan lebih baik tadi, nggak ada yang lebih baik. Jihad pun nggak bisa menandingi kecuali satu kondisi.

Ada beberapa riwayat yang menyebutkan kelipatan yang diberikan, namun ternyata semua riwayat itu dha'if, tidak bisa menjadi sandaran. Seperti tambahan di hadits Ibnu Abbas yang kita baca,

وَالْعَمَلُ فِيهِنَّ تُضَعَّف بِسَبْعِ مِائَةٍ.

"Beramal di 10 awal Dzulhijjah itu dilipatgandakan jadi 700 kali lipat."
Itu dha'if.

Kemudian ada riwayat Abu Hurairah di mana disebutkan,

يَعْدِلُ صِيَامُكُمْ يَوْمٍ مِنْ حَدِيثَنَا

"Puasa setiap hari di awal Dzulhijjah itu setara dengan puasa satu tahun."

وَكُلُّ لَيْلَةٍ مِنْ هَادِيَةٍ قِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ.

"Dan shalat di malam-malam awal Dzulhijjah itu sepadan dengan shalat di malam Lailatul Qadr."

Namun hadits-hadits ini dha'if. Cukup hadits yang sahih yang menjelaskan tentang tidak tertandinginya beramal di 10 awal Dzulhijjah. Bisa 700 kali lipat. 700 kali lipat shadaqah, 700 kali lipat.. Bisa lebih dari itu.

Apa yang harus kita lakukan? Ya namanya mau menyambut sesuatu nih, iya perlu ada yang kita persiapkan.

Yang pertama, taubat lagi.


Kemarin Ramadhan alhamdulillah kita bisa jaga diri. Lewat Ramadhan, Syawal, setannya dilepas. Kita kadang kala mulai imannya turun, mulai dosa dikerjain. Sebelum 10 awal Dzulhijjah, tolong, taubatnya diperbaharui!

Bagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepada para sahabatnya,

❲ تُوبُوا إِلَى اللهِ ❳

"Taubatlah kalian kepada Allah."

❲ فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَى اللهِ فِي الْيَوْمِ ❳

"Aku bertaubat kepada Allah tiap hari."

❲ مِائَةَ مَرَّةٍ ❳
"100 kali"

❲ أَوْ سَبْعِينَ مَرَّةٍ ❳
"70 kali"

Jadi, perbaharui taubat kita!

Kemudian yang kedua, bulatkan tekad kita.


Kita tahu Covid-19 ini tidak bisa dilawan dengan vaksin, karena yang sudah divaksin pun tetap harus prokes, yang divaksin pun masih mungkin terpapar Covid-19. Terus gimana? Ya.. kita do'a.

Kita punya tekad baik untuk memanfaatkan 10 awal Dzulhijjah ini dalam ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Ada niat, gitu. Orang kalau niat itu, akan mempersiapkan diri. Dia akan punya perencanaan dan hindari kemaksiatan. Berhenti berbuat dosa, tahan diri berbuat dosa. Engkau mau masuk hari yang terindah ternyata engkau basah-basah dengan dosa.

Audio ke-03: Materi Tematik ~ Pembahasan Amalan 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah Bag 03
Amalan apa saja puncak amalan yang berada di 10 awal Dzulhijjah ini yang tidak tertandingi dengan 10 akhir Ramadhan?

(1) Itu haji, atau umroh dan haji.


Kenapa? Karena semua amalan di 10 akhir Ramadhan, amalkan di 10 awal Dzulhijjah. Semua amalan yang kita amalkan; mau i’tikaf, shalat malam, shadaqah, macam-macam, amalkan di 10 awal Dzulhijjah. Tapi amalan 10 awal Dzulhijjah tidak bisa diamalkan di 10 akhir Ramadhan, salah satunya yang jelas adalah ibadah haji.

Maka Jamaah, haji itu masyaaAllah ya. Ketika dia meninggalkan negerinya masuk 10 awal Dzulhijjah, dia dalam kondisi berihram, dia jaga dirinya, dia banyak berzikir.

Kata Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam,

❲ وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّة. ❳ ( رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ )

"Haji yang mabrur, tidak ada balasan yang pantas buat dia kecuali surga."

Dan haji ini, Subhanallah, amalan yang tahun ini kita nggak ngerjain, tahun kemarin juga nggak berangkat. Apa yang harus kita lakukan yang nggak berangkat haji?

Buat para wanita, Aisyah radhiyallahu Ta'ala anha pernah bertanya kepada Nabi 'Alaihis-shalatu wassalam, mengatakan,

يَا رَسُولَ اللهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ، أَفَلَا نُجَاهِدُ؟

"Kita ini para wanita, melihat jihad itu amalan yang paling mulia. Kenapa perempuan-perempuan nggak berangkat jihad?"

Kata Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam,

❲ لَكُنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ ❳

"Bagi kalian para perempuan, ada jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya."

Apa? "Haji mabrur."

Maka yang belum berangkat haji, niatkan berangkat haji. Yang sudah daftar haji tapi belum berangkat, tetap jaga diri dari dosa-dosa. Kita tahu orang yang berhaji itu pakai ihram, ada larangan-larangan berihram yang dia jaga.

(2) Amalan yang kedua, puasa.


Dan kita tahu sebulan kemarin kita puasa Ramadhan, lalu kita sambung dengan 6 hari di bulan Syawal, seakan-akan puasa setahun penuh. Terus bulan Dzulqa'dah, kita puasa 3 hari umpamanya, seperti puasa satu bulan.

Lalu Allah sediakan buat kita 9 hari waktu yang mulia, dan di antara amalan yang paling dicintai Allah itu:
  • bagaimana puasa ini meningkatkan ketakwaan;
  • bagaimana puasa ini membentuk karakter yang mulia;
  • bagaimana puasa ini menumbuhkan empati di jiwa seorang muslim;
  • bagaimana puasa itu adalah tameng/perisai yang menyelamatkan hamba dari api neraka dan menyelamatkan hamba dari perbuatan dosa.
Nah, sekarang kita masuk di 10 hari terindah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang puasa di tanggal 9-nya. Jadi nggak ada hadits khusus yang mengatakan, "Puasalah di 10 awal Dzulhijjah." Tapi ada puasa yang lebih ditekankan, yaitu puasa hari Arafah, di mana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan,

❲ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالَّتِي بَعْدَهُ. ❳

"Puasa hari Arafah, aku berharap Allah mengampuni dosa tahun yang sebelumnya dan tahun yang sesudahnya."
Itu puasa Arafah. Tapi kita dianjurkan untuk beramal saleh. Apa saja? Ada hadits Aisyah yang mungkin kita akan mendengar beberapa ustadz menyampaikan bahwa Aisyah tidak melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa di 10 hari ini. Nggak pernah melihat. Tapi Hafsah, istri Nabi yang lainnya, menyebutkan bahwa Nabi puasa.

Terus, bagaimana ustadz, menggabungkan?

Yang pertama, puasa termasuk amal saleh yang dianjurkan untuk dilakukan. Dan terbukti di 10 hari ini Nabi puasa tanggal 9-nya. Menganjurkan, ada anjuran khusus buat puasa tanggal 9 (hari) Arafah.

Kemudian, para ulama menjelaskan bagaimana menggabungkan hadits Aisyah dengan hadits Hafsah, yang salah satunya mereka mengatakan, ketika terjadi pertentangan, maka lebih diutamakan pendapat yang menetapkan, karena dia punya ilmu yang tidak dimiliki (oleh) yang menafikan. Aisyah nggak tahu mungkin. Karena kita tahu puasa ini termasuk ibadah yang khusus, yang nggak ada gerakannya. Kalau shalat, kelihatan Nabi nggak shalat, memang nggak ngelakukan shalat. Tapi Nabi puasa dan tidak puasa, tidak ada gerakannya. Maka hadits Hafsah lebih diutamakan.

Kemudian, kalau kita melihat para salafus saleh, mereka berpuasa di 10 awal Dzulhijjah ini sampai tanggal 9-nya; tanggal 10-nya nggak boleh puasa karena ‘Idul Adha.

Bagaimana Hasan Al-Bashri ibn Sirin dan Qatadah? Mereka berpuasa di awal Dzulhijjah, puasa 9 hari. Tapi nggak harus, artinya puasa itu sunnah. Kita nggak puasa pun nggak apa-apa, tapi sayang, ketika kita tahu dengan fadilah puasa dan pelaksanaannya di awal Dzulhijjah yang akan dilipatgandakan dengan kelipatan yang Allah yang tahu.

Al-Imam an-Nawawi rahimahullahu Ta'ala mengatakan,

صِيَامُهَا مُسْتَحَبٌّ اسْتِحْبَابٌ شَدِيدٌ .

"Puasa di awal Dzulhijjah ini dianjurkan dengan anjuran yang sangat keras sekali."

Ahibbaty fillah.
Yang nggak puasa, ya nggak apa-apa. Tapi paling nggak kau puasa tanggal 9-nya, yang ada fadilah di situ, "diampuni dosa tahun sebelumnya dan dosa tahun yang sesudahnya".

Bagi yang nggak puasa karena uzur, maka mungkin engkau bisa memberikan buka untuk orang yang puasa. Karena kita tahu fadilah memberi buka orang yang puasa, apalagi di masa pandemi ini. Mungkin kita melihat ada orang-orang saleh, tetangga-tetangga kita yang mereka berpuasa, kita kirimkan makanan sama mereka.

❲ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ ❳

"Yang memberikan buka kepada orang puasa, maka dia dapat pahala seperti yang berpuasa."
Jamaah rahimakumullah, itu yang bisa kita kaji. Semoga ilmu yang kita kaji hari ini berguna buat kita dan bisa kita amalkan dalam kehidupan kita. Dan semoga Allah menerima amalan kita. Sampai berjumpa kembali.

بَارَكَ اللهُ فِيْك
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════
Post a Comment

Post a Comment

Aturan berkomentar:
- Afwan, komentar yang mengandung link hidup dan spam akan kami remove.
- Silahkan ikuti blog ini untuk update info terbaru kami, dengan cara klik Follow+
- Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.