F0GAxlSUN0OEmaFkMbnca2nyh81gHBssC6AV9hGe
Bookmark

Halaqah 46 ~ Mizan (Timbangan) Dan Penimbangan Amal

Halaqah 46 ~ Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir | Mizan (Timbangan) Dan Penimbangan Amal
🆔 Group WA HSI AbdullahRoy
🌐 edu.hsi.id
🔊 Halaqah 46 ~ Mizan (Timbangan) Dan Penimbangan Amal
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Halaqah 46 ~ Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir | Mizan (Timbangan) Dan Penimbangan Amal


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-46 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Mizan (Timbangan) Dan Penimbangan Amal.

Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya mizan dan penimbangan amal.

Allah Berfirman :

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئ
“Dan Kami akan meletakkan timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidak ada seorangpun yang akan dizholimi sedikitpun.” (Al Anbiya : 47)
Sebagian ulama berpendapat bahwasanya penimbangan amal dilakukan setelah hisab. Karena hisab adalah untuk menghitung amalan sedangkan penimbangan adalah untuk menampakkan hasil dari perhitungan tersebut dan menunjukkan keadilan Allah

Akan ditimbang hasanah dan sayyi’ah dengan pertimbangan yang hakiki. Memiliki dua kiffah yaitu piringan timbangan. Memiliki sifat berat dan ringan dan bisa miring karena amalan. Allahu a’lam tentang hakikatnya dan bagaimananya.

Allah berfirman :

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُون
“Dan barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka merekalah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka merekalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, di dalam Jahannam mereka akan kekal ” (Al Mu’minun 102-103)
Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah disebutkan bahwasanya catatan dosa-dosa akan ditaruh di kiffah dan bitoqoh atau kartu yang bertuliskan Laa ilaha illallah akan ditaruh di kiffah yang lain.

Rasulullah Bersabda :

يُوْضَعُ الْمِيْزَانُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَلَوْ وُزِنَ فِيْهِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ لَوَسِعَتْ، فَتَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ: يَا رَبِّ! لِمَنْ يَزِنُ هَذَا؟ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: لِمَنْ شِئْتُ مِنْ خَلْقِيْ، فَتَقُوْلُ الْمَلاَئِكَةُ: سُبْحَانَكَ مَا عَبَدْنَاكَ حَقَّ عِبَادَتِكَ.
Akan diletakkan Mizan pada hari kiamat. seandainya langit dan bumi, ditimbang didalamnya niscaya akan cukup. bertanyalah para malaikat,, “Wahai Rabb, untuk siapakah timbangan ini?” maka Allah Berfirman : “Untuk orang yang Aku kehendaki dari para makhluk-Ku” (Hadits Shahih diriwayatkan Al hakim didalam Al-Mustadrak).
Para ulama berbeda pendapat tentang berapakah jumlah mizan di hari kiamat. Apakah satu timbangan atau banyak, karena masing-masing manusia memiliki timbangan atau masing-masing amalan ada timbangan khusus. Allahu a’lam.

Amalan yang paling berat di dalam timbangan pada hari kiamat adalah dua kalimat syahadah.

Dari Abdullah ibnu ‘Amr ibnul Ash radhiallohu’anhuma, beliau berkata Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
Sesungguhnya Alloh akan memilih seseorang dari umatku di hadapan mahluk-mahluk yang lain pada hari kiamat. Maka dibukalah di hadapannya 99 sijil.
Makna sijil adalah kitab besar. Dan maksud beliau Sholallohu ‘Alaihi Wasallam adalah kitab yang berisi dosa-dosa hamba tersebut. Kemudian beliau Sholallohu ‘Alaihi Wasallam mengatakan setiap sijil besarnya sejauh mata memandang. Kemudian Alloh bertanya kepada hamba tersebut,
Apakah ada di antara isi kitab tersebut yang engkau ingkari? Apakah para malaikat penulis telah menzolimimu?
Hamba tersebut menjawab,
Tidak wahai Robb-ku

Alloh bertanya,
Apakah kamu memiliki alasan?
Dia kembali menjawab,
Tidak wahai Robb-ku

Maka Alloh pun berkata,
Sesungguhnya engkau memiliki hasanah di sisi kami. Dan sesungguhnya engkau tidak akan didzolimi pada hari ini.
Maka dikeluarkanlah sebuah kartu bertuliskan “Asyhaduallaa ilaa ha illalloh wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh”. Alloh pun berkata,
Lihatlah timbanganmu

Hamba tersebut mengatakan,
Wahai Robb-ku apa arti sebuah kartu ini dibandingkan dengan sijjil yang begitu banyak?

Maka Alloh berkata,
Sesungguhnya engkau tidak akan didzolimi.

Diletakkanlah sijjil yang banyak tersebut, di satu piringan timbangan dan kartu di satu piringan timbangan yang lain. Maka ringanlah sijjil yang banyak dan beratlah kartu tersebut. Kemudian beliau Sholallohu ‘Alaihi Wasallam mengatakan,
Tidak ada sesuatu yang mengalahkan beratnya nama Alloh (Hadits Shahih Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Di antara amalan yang sangat memberatkan timbangan pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.

Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
Tidak ada sesuatu yang lebih berat di dalam timbangan dari pada akhlak yang baik (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Tirmidzi).
Di antara akhlak yang baik adalah menyambung orang yang memutus kita, memberi kepada orang yang tidak mau memberi kepada kita dan memaafkan orang yang menzolimi kita.

Di antara amalan yang berat adalah ucapan “Subhanallohi wa bihamdih subhanallohil ‘azhim”,sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim.

Di antara amalan yang memenuhi timbangan adalah ucapan Alhamdulillah, sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim senantiasa memperbaiki dua kalimat syahadat yang dia ucapkan. Berusaha untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya dan istiqomah di atas keduanya sampai meninggal dunia. Di samping itu hendaknya dia memperbaiki ibadahnya kepada Alloh dan akhlaknya kepada manusia. Melakukan itu semua karena Alloh dan untuk memperberat timbangannya di hari kiamat.

Orang yang berbahagia adalah orang yang lebih berat timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya.

Dan orang yang celaka adalah orang yang lebih ringan timbangan kebaikannya dari pada kejelekannya. Sebagaimana disebutkan oleh Alloh di dalam Surat Al-Qoriah.

Orang kafir tidak memiliki sesuatu yang memberatkan timbangan mereka. Karena amalan mereka batal dengan kesyirikan dan kekufuran. Lihat Surat Al-Kahfi : 103-106.

Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya,
Sesungguhnya akan datang seseorang yang besar lagi gemuk pada hari kiamat akan tetapi beratnya di sisi Alloh tidak lebih berat dari satu sayap dari seekor nyamuk (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwasanya ada tiga perkara yang akan ditimbang pada hari kiamat. Amalan, orang yang mengamalkan dan kitab catatan amalan.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


وبا لله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu,
Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah
Post a Comment

Post a Comment

Aturan berkomentar:
- Afwan, komentar yang mengandung link hidup dan spam akan kami remove.
- Silahkan ikuti blog ini untuk update info terbaru kami, dengan cara klik Follow+
- Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.