Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fiqih Muyassar – 15 – Adab-adab Buang Hajat - Pembahasan Ketiga : Sunnah-sunnah Masuk dan Keluar WC

Fiqih Muyassar – 15 – Adab-adab Buang Hajat - Pembahasan Ketiga : Sunnah-sunnah Masuk dan Keluar WC
▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬▬
Grup WhatsApp BELAJAR ISLAM
Pembina : Ustadz Beni Sarbeni, Lc.
https://bis.belajar-islam.net
▬▬▬▬▬๑๑▬▬▬▬▬
Materi : 📚FIQIH MUYASSAR📖 Adab-adab Buang Hajat #3 - Sunnah-sunnah Masuk dan Keluar WC
Pemateri : Ustadz Beni Sarbeni, Lc. Hafidzhahullahu Ta'ala

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه وَمَنْ وَالاَهُ. أمَّا بعد

Sahabat Belajar Islam yang semoga senatiasa dalam keadaan sehat wal afiat, kita lanjutkan kajian kitab Al-Fiqhul Muyassar. Masih membahas tentang adab-adab buang hajat pembahasan ketiga

Sunnah-sunnah Masuk dan Keluar WC

Disunnahkan bagi orang yang masuk WC untuk membaca doa berikut terlebih dahulu,

بسم الله اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
"Dengan menyebut nama Allah, ya Allah aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki maupun setan perempuan".
Adapun ketika keluar dari WC maka dianjurkan untuk membaca,

غفرانك
"Ya Allah, aku memohon ampunan kepada-Mu"
Demikian pula di sunnahkan untuk mendahulukan kaki kiri ketika masuk WC, adapun ketika keluar mendahulukan kaki kanan. Juga dianjurkan tidak membuka aurat hingga ia benar-benar jongkok mendekati lantai (tujuannya agar auratnya tidak terlihat).

Selanjutnya jika seseorang buang hajat di tempat terbuka maka dianjurkan menjauh sehingga tidak terlihat orang lain seperti di zaman dulu buang hajat di padang pasir.

Dalil ini semua itu adalah hadis dari sahabat Jabir Radhiyallahu ta'ala Anhu, ia menyampaikan, "aku pernah Safar atau melakukan perjalanan jauh bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Rasulullah tidak pernah buang hajat kecuali pergi menjauh sampai tidak terlihat. (HR. Al Imam abu Daud no.2, Ibnu Majah)

Juga berdasarkan hadis dari sahabat Ali Radhiyallahu ta'ala Anhu ia berkata, bahwa Rasul shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ستر ما بين الجن وعورات بني آدم إذا دخل الخلاء، أن يقول: بسم الله
"Penutup antara jin dan aurat manusia ketika masuk WC adalah membaca, 'bismillah'. (HR. Ibnu Majah no.297)
Juga berdasarkan hadis dari sahabat Anas radhiyallahu ta'ala Anhu bahwa nabi sallallahu alaihi wasallam jika hendak masuk WC, beliau membaca

اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki maupun setan perempuan". (HR. Imam Al Bukhari no.142 dan Muslim no.375)
Juga berdasarkan hadis dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha

كان – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إذا خرج من الخلاء قال: غفرانك
"Nabi sallallahu alaihi wasallam biasa jika keluar dari WC beliau selalu membaca غفرانك " (Hadits Hasan HR. Al Imam abu Dawud no.17)
Kemudian dari lainnya adalah hadis dari sahabat Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ta'ala anhuma,

أن النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كان إذا أراد الحاجة لا يرفع ثوبه حتى يدنو من الأرض
"Nabi sallallahu alaihi wasallam jika hendak buang hajat, beliau tidak mengangkat bajunya hingga sudah mendekati lantai".(Hadis ini shahih HR. Abu Daud no.14, at Tirmidzi no.14)
Jadi sekali lagi kesimpulannya diantara adab masuk dan keluar wc adalah
  • Ketika masuk membaca "bismillah, Allahumma inni A’udzubika minal khubutsi wal khabaa-its".
  • kemudian mendahulukan kaki kiri pas masuk dan
  • jika keluar mendahulukan kaki kanan lalu
  • Membaca "gufronaka"
  • kemudian diantara adab ketika buang hajat tidak membuka aurat atau membuka celana sehingga betul-betul kita sudah jongkok agar aurat kita tidak terlihat sebagaimana yang dilakukan oleh Baginda nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Sahabat belajar Islam yang dimuliakan oleh Allah demikianlah materi yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat.

Akhukum fillah,
Abu Sumayyah Beni Sarbeni

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Post a Comment for "Fiqih Muyassar – 15 – Adab-adab Buang Hajat - Pembahasan Ketiga : Sunnah-sunnah Masuk dan Keluar WC"