F0GAxlSUN0OEmaFkMbnca2nyh81gHBssC6AV9hGe
Bookmark

Audio ke-146: Pembahasan tentang Faedah Bershalawat kepada Nabi ketika Bertasyahud

Audio ke-146: Pembahasan tentang Faedah Bershalawat kepada Nabi ketika Bertasyahud - Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi
📖 Whatsapp Grup Islam Sunnah | GiS
☛ Pertemuan ke-179
🌏 https://grupislamsunnah.com/
🗓 SENIN, 13 Jumadil Awwal 1445 H / 27 November 2023 M
👤 Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, M.A. حفظه الله تعالى
📚 Kitab Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya) karya Asy Syekh Al-Albani Rahimahullah

💽 Audio ke-146: Pembahasan tentang Faedah Bershalawat kepada Nabi ketika Bertasyahud


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللّٰهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ.

Kaum muslimin dan kaum muslimat yang saya cintai karena Allah, khususnya anggota GiS -Grup Islam Sunnah- yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan bersama-sama mengkaji sebuah kitab yang sangat bagus kitab yang ditulis oleh Asy Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta'ala. Kitab tersebut adalah kitab Sifat Shalat Nabi atau sebagaimana judul aslinya Shifatu Shalatin Nabiyyi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Minattakbiri Ilattaslim Ka-annaka Taraha (Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam mulai dari Takbir sampai Salamnya Seakan-akan Anda Melihatnya).

Ikhwani wa akhawatifillah, rahimani wa rahimakumullah,

Pada kesempatan yang telah lalu, kita sudah sampai pada redaksi-redaksi shalawat yang sanadnya sahih kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Dan selanjutnya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta'ala memberikan kepada kita faedah-faedah yang penting yang berkaitan dengan shalawat yang ada di dalam shalat ini.

Beliau memberikan judul

[ فَوَا ئِدُ مُحِمَّةٌ فِي الصَّلاَةِ عَلَى نَبِيِّ الأُمَّةِ ]

"Faedah-faedah penting yang berkaitan dengan shalawat kepada Nabi umat Islam, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam"

Di sini beliau membawakan faedah ini dengan panjang lebar. Saya tidak ingin membaca huruf per huruf, karena sangat panjang sekali. Saya ingin membaca sebagian yang dibawakan oleh beliau, jadi saya ingin membaca faedahnya saja. Adapun komentar-komentar beliau kepada orang lain, saya tidak ingin membacanya, karena akan memperpanjang waktu. Yang penting kita tahu faedah apa yang ingin disampaikan oleh beliau, itu saja.

Beliau sebutkan di sini.

Faedah Pertama

Jika diperhatikan, sebenarnya di dalam kebanyakan redaksi shalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam yang beragam ini, tidak disebutkan nama Nabi Ibrahim secara tersendiri, yang terpisah dari kata Aali Ibraahiim [ آلِ إِبْرَاهِيمَ ]. Justru redaksi yang ada menyebutkan

[ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa aali ibraahiim
Tidak dikatakan [ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa ibraahiim

tapi [ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa aali ibraahiim

Ini di sebagian besar redaksi, tidak semuanya.

Ada redaksi yang menyebutkan nama Nabi Ibrahim secara tersendiri.

[ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa ibraahiim wa 'alaa aali ibraahiim
Ada yang redaksinya seperti ini.

Tapi mayoritas redaksi shalawat Ibrahimiyah yang ada dalam riwayat, mayoritas tidak menyebutkan nama Nabi Ibrahim secara tersendiri. Kebanyakan langsung menyebut

[ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa aali ibraahiim

Kalau [ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa ibraahiim
Artinya "Sebagaimana engkau bershalawat kepada Nabi Ibrahim."

Tapi kalau
[ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa aali ibraahiim
Artinya "Sebagaimana engkau bershalawat kepada keluarganya Nabi Ibrahim."

Beliau sebutkan di sini, sebabnya adalah karena makna ungkapan "aalu fulan" - آلُ إِبْرَاهِيمَ - Aalu Ibraahiim contohnya (keluarga besar si fulan) dalam bahasa Arab mencakup juga orang tersebut. Kalau dikatakan aalu Ibraahiim berarti mencakup Nabi Ibrahim juga. Sebabnya adalah karena makna ungkapan aalu fulan (keluarga besar si fulan) dalam bahasa Arab mencakup juga orang tersebut dan juga orang lain yang ada hubungannya dengannya.

Ini seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

{ إِنَّ ٱللهَ ٱصْطَفَىٰٓ آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَٰهِيمَ وَآلَ عِمْرَٰنَ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ }
"Sesungguhnya Allah telah memilih Nabi Adam, Nabi Nuh, keluarga besar Nabi Ibrahim (dikatakan 'keluarga besar Nabi Ibrahim', itu mencakup Nabi Ibrahim juga) dan keluarga besar Imran (mencakup Imran-nya juga) melebihi segala umat di masa mereka masing masing."
Dan juga firman-Nya:

{ إِلَّآ آلَ لُوطٍۢ ۖ نَّجَّيْنَٰهُم بِسَحَرٍۢ }
"Kecuali keluarga besar Nabi Luth (ketika dikatakan keluarga besar Nabi Luth, mencakup Nabi Luth-nya juga) mereka kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing."
Dan juga sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam,

[ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِيْ أَوْفَى ]
"Ya Allah, anugerahkanlah shalawat kepada keluarga besar Abu Aufa"
Ketika dikatakan "keluarga besar Abu Aufa", itu juga mencakup Abu Aufa-nya.

Demikian juga kata ahlul bait, seperti dalam firman-Nya,

{ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيكُمْ أهْلَ البَيْتِ، إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ }

Ini menjelaskan tentang keluarganya Nabi Ibrahim (ahlal bait di sini tentang keluarganya Nabi Ibrahim)
"Rahmat Allah dan keberkahan-Nya dicurahkan atasmu wahai ahlul bait (maksud ahlul bait di sini adalah ahlul bait-nya Nabi Ibrahim). Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Agung."
Dalam ayat terakhir ini termasuk juga di dalamnya Nabi Ibrahim, karena yang dimaksud dengan ahlul bait di situ adalah ahlul baitnya Nabi Ibrahim.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu Ta'ala berkata, oleh karena itu, dalam kebanyakan redaksi disebutkan dengan lafal:

[ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa aali ibraahiim
dan
[ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa baarakta 'alaa aali ibraahiim

Dan ada juga yang hanya dengan Ibrahim saja, karena beliaulah yang pokok dalam hal meraih shalawat dan penyucian dari Allah, sedangkan semua keluarga beliau mendapatkan hal itu hanya mengikuti. Yang inti adalah Nabi Ibrahim. Adapun keluarga besar beliau semuanya mendapatkan kemuliaan karena adanya Nabi Ibrahim 'Alaihissalam.

Dan dalam sebagian riwayatnya disebutkan, yang ini dan yang itu, maksudnya ada yang disebutkan,

[ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa ibraahiim wa 'alaa aali ibraahiim
Ada yang penyebutannya langsung:

[ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ]
Kamaa shallaita 'alaa aali ibraahiim
Dan itulah yang paling banyak. Maka ini adalah peringatan terhadap kedua hal ini.

Ini faedah yang pertama yang disebutkan oleh As-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu Ta'ala.

Demikianlah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan diberkahi oleh Allah Jalla wa 'Alaa.

InsyaaAllah kita akan lanjutkan pada kesempatan yang akan datang.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ.

══════ ∴ |GiS| ∴ ══════
Post a Comment

Post a Comment

Aturan berkomentar:
- Afwan, komentar yang mengandung link hidup dan spam akan kami remove.
- Silahkan ikuti blog ini untuk update info terbaru kami, dengan cara klik Follow+
- Silakan berikan komentar. Centang kotak "Notify me" untuk mendapatkan notifikasi via email jika ada yang membalas komentar.